Artikel Berita

HKTI Dorong Budaya Kerja Keras dan Sinergi Pemerintah di Bawah Kepemimpinan Sudaryono

Penulis

Super Admin

Diterbitkan

28 November 2025

Kategori

Program

Dilihat

82x

Penulis

Super Admin

Tanggal

28/11/2025

Kategori

Program

Dilihat

82x

#HKTI#Sudaryono#Pertanian#BudayaKerja#MunasXHKTI

Dalam acara penutupan Munas X HKTI, Kongres Tani, dan Tani Fest yang diselenggarakan pada Kamis (26/6/2025), Ketua Umum HKTI, Sudaryono, menyampaikan penekanan kuat untuk menjadikan HKTI sebagai organisasi yang modern, dinamis, dan penuh semangat kerja.

Sudaryono mengungkapkan bahwa semangatnya untuk bekerja datang dari dalam dirinya sendiri.

"Saya kerja itu adalah hobi. Saya berdiri di sini adalah hobi. Jadi saya memang senang yang makan, senang yang tidur, dan senang yang kerja," ujar Sudaryono.

Ia menginginkan HKTI ke depan tidak diisi oleh figur yang hanya gemar beretorika tanpa aksi nyata. Sudaryono bertekad membangun budaya kerja keras di seluruh struktur organisasi, mulai dari pusat hingga ke tingkat kabupaten dan desa.

"Kita enggak mau jadi golongan orang yang banyak omongnya saja. Banyak omong boleh, tapi juga harus banyak kerja" tegasnya

Untuk menjamin setiap program terealisasi dan tidak sekadar berakhir sebagai rencana di atas kertas, Sudaryono menekankan pentingnya sistem pengawasan dan evaluasi yang ketat. Pendekatan ini ia seistilahkan sebagai "mandorisasi".

"Jadi saya di HKTI ingin menerapkan namanya monitoring dan evaluasi dan pengawasan. Jadi kalau sudah dikasih pekerjaan, kita cek, sudah dikasih belum? Sampai kapan? Kapan selesai? Masalahnya di mana? Hambatannya di mana?” jelasnya

Bahkan, ia menantang seluruh pengurus HKTI di tingkat daerah untuk segera bergerak dan menunjukkan hasil kerja yang konkret. Sudaryono menyatakan akan mengecek langsung pelaksanaan kegiatan di daerah sebagai bentuk keseriusan organisasinya.

Ia menantang agar, "bulan Juni minggu pertama HKTI bisa membuat acara di Kabupaten masing-masing. Hal ini dilakukan untuk melihat hasil binaan, mana apa yang bisa dibantu."

Di bagian akhir, Sudaryono juga menekankan bahwa ia tidak akan bersikap lunak kepada siapapun dalam organisasi. Ia mengingatkan bahwa struktur HKTI di bawah kepemimpinannya akan menjadi tempat yang menantang bagi mereka yang tidak serius bekerja.

“Organisasi di bawah saya tidak enak, tidak mudah. Saya orang yang hobi kerja. Maka bagi orang yang tidak suka kerja, Insyaallah ini akan menjadi pekerjaan yang sulit bagi Anda. Tapi kalau Anda semua semangat pengen kerja, minimal punya keinginan kerja, maka ini akan menjadi satu hal yang baik bagi saya, bagi Anda, bagi organisasi, bagi petani, dan bagi bangsa,” pungkasnya.